• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Dinamika Jatim
Advertisement
  • Beranda
  • Parlementaria
  • Dinamika Desa
  • Dinamika UMKM
  • Olahraga
  • Berita Lainnya
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Pemerintahan
    • Pemilu
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sosok
    • Wisata
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Parlementaria
  • Dinamika Desa
  • Dinamika UMKM
  • Olahraga
  • Berita Lainnya
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Pemerintahan
    • Pemilu
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sosok
    • Wisata
No Result
View All Result
Dinamika Jatim
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Cegah Pnemonia dan Diare pada Anak, Dinkes Sidoarjo Sosialisasi Imunisasi PCV dan RV

admin by admin
5 Desember 2024
in Kesehatan
0
Cegah Pnemonia dan Diare pada Anak, Dinkes Sidoarjo Sosialisasi Imunisasi PCV dan RV
0
SHARES
0
VIEWS

SIDOARJO, Dinamikajatim.id-Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo gencar mensosialisasikan  pemberian imunisasi PCV sebagai pencegah Pnemonia serta imunisasi RV (Rotavirus) sebagai pencegah diare pada anak.

Itu dilakukan salah satunya dengan menggelar Pertemuan Lintas Program dan Lintas Sektor  Pencegahan Pneumonia dan Diare Terintegrasi di Kabupaten Sidoarjo, di Hotel Fave Sidoarjo, pada 5 Oktober 2024.

Acara tersebut dibuka oleh Plt Kepala Dinkes Sidoarjo, dr Lakhsmie Herawati Yuwantina, M.Kes yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pnemonia masih jadi ancaman bagi bayi kemudian disusul dengan diare.

Hal ini diketahui telah ditemukan secara global bahwa dalam satu jam ada 71 anak di Indonesia tertular pnemonia dan berdasarkan data profil kesehatan Indonesia Tahun 2023, Pneumonia ini sudah menjadi penyebab kematian bayi dan balita kurang lebih 22 persen yang kemudian disambung dengan diare sekitar satu persen.

“Dan guna mencegah ini terjadi, kini telah ada imunisasi yaitu vaksin PCV untuk mencegah pnemonia dan imunisasi RotaVirus untuk mencegah diare dimana dua vaksin ini ternyata telah terbukti efektif di beberapa negara dalam upaya menurunkan kasus secara signifikan,” jelas Laksmie.

Berdasarkan kajian-kajian yang yang mendalam, sehingga Kementerian Kesehatan sudah mengintroduksi imunisasi PCV serta RV menjadi  salah satu program imunisasi nasional untuk mencegah pnemonia dan diare dimana targetnya harus 100% pada Tahun 2024.

Di Sidoarjo, catatan penyakit batuk yang menyebabkan pnemonia sebesar 109,6%, ada 8.835 kasus dan yang terjadi pada balita mencapai 31.256 kasus atau  sebesar 101,5%.

Untuk mencapai Imunisasi PCV secara agregat ada 80% sedangkan berdasarkan aplikasi ASIK masih tercatat 50,2%, kemudian untuk Rota Virus masih 79,1% dan berdasarkan aplikasi  ASIK sebesar 43,9 %.

Untuk itu hal ini perlu dikaji kembali kenapa ada kesenjangan data antara data secara manual maupun melalui aplikasi ASIK sehingga pemerintahan berkomitmen untuk meningkatkan capaian programnya di Kabupaten Sidoarjo.

Untuk itu dengan melalui kegiatan ini, Kementerian Kesehatan yang bekerjasama dengan CHAI yang didampingi NGO menyiapkan  pertemuan lintas program dan lintas sektor dalam pencegahan pnemonia dan diare secara terintegrasi.

Dan capaian belum maksimal karena masyarakat banyak yang belum mengetahui adanya imunisasi  baru (manfaat dan jadwalnya) serta kurangnya sosialisasi dan edukasi pada masyakarat.

“Untuk itu kepada narasumber hadir di sini yang  berkompeten di bidangnya diharapkan banyak menularkan ilmunya  sehingga nanti kami yang ada di Sidoarjo ini bisa berlari menuju pencapaian yang diharapkan. mungkin secara  cakupannya sudah ke seratus sekian persennya tapi barangkali ada yang bisa diperbaiki lagi mungkin dari sisi mutunya sehingga kasus-kasus pneumonia dan diare ini bisa kita tekan,” tambahnya.

Pada kesempatan ini juga diajarkan bagaimana cara mencatat secara manual ataupun mencatat dalam aplikasi agar pencatatan pemberian imunisasi bisa terintegrasi dengan baik.

“Kepada teman-teman yang ada di puskesmas diharapkan bisa menyampaikan, mensosialisasikan pada masyarakat di wilayah masing-masing agar imunisasi ini lebih dikenal masyarakat, Pnemonia serta diare pada bayi dan balita bisa dicegah dan target maksimal bisa diraih,” pungkas dr Lakhsmie Herawati Yuwantina, M.Kes. (Dj-2)

Tags: Diare pada AnakDinkes SidoarjoImunisasi PCVimunisasi RVPnemonia
Previous Post

Peringati HKN 2024, Pemkab Sidoarjo Berikan Penghargaan ke Pihak Peduli Kesehatan

Next Post

Sidoarjo Raih Kabupaten Terinovatif di Ajang IGA 2024

admin

admin

Next Post
Sidoarjo Raih Kabupaten Terinovatif di Ajang IGA 2024

Sidoarjo Raih Kabupaten Terinovatif di Ajang IGA 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Yayasan Al Muslim Jatim Gelar Baksos untuk Ribuan Dhuafa dan Ratusan Anak Yatim

Yayasan Al Muslim Jatim Gelar Baksos untuk Ribuan Dhuafa dan Ratusan Anak Yatim

14 Maret 2026
Sambut Ramadan Hijau, SMA Al Muslim Gandeng Ecoton Gelar Brand Audit Sampah

Sambut Ramadan Hijau, SMA Al Muslim Gandeng Ecoton Gelar Brand Audit Sampah

20 Februari 2026
Bupati Sidoarjo Minta Kecamatan dan Dinas PUBMSDA Serentak Perbaiki Jalan

Bupati Sidoarjo Minta Kecamatan dan Dinas PUBMSDA Serentak Perbaiki Jalan

20 Februari 2026
PWI Sidoarjo Raih Juara Tiga Turnamen Mini Soccer PWI Jatim 2026

PWI Sidoarjo Raih Juara Tiga Turnamen Mini Soccer PWI Jatim 2026

20 Februari 2026
Dinamika Jatim

Suguhkan Berita dan Informasi Jawatimur Indonesia

Follow Us

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2024 www.dinamikajatim.id - Berita Informasi Jawatimur Dinamika Jatim.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Parlementaria
  • Dinamika Desa
  • Dinamika UMKM
  • Olahraga
  • Berita Lainnya
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Pemerintahan
    • Pemilu
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sosok
    • Wisata

© 2024 www.dinamikajatim.id - Berita Informasi Jawatimur Dinamika Jatim.