SIDOARJO, Dinamikajatim.id-Siswa-siswi KB-TK Al Muslim ikut berbagi kebahagiaan saat bulan Ramadan dengan bagi-bagi parcel lebaran untuk warga tidak mampu.
Para siswa membuat sendiri parcel tersebut dan membagikannya ke sejumlah pihak yang dianggap kurang mampu, pada Kamis (20/3/2025).
Aksi berbagi itu implementasi dari salah satu materi berbagi yang diperoleh siswa saat mengikuti Pondok Ramadan selama tiga pekan.
Selain mendapatkan pendalaman materi terlebih tentang puasa, praktik ibadah seperti salat Dhuha, Tarawih, Witir dan salat Idul Fitri, siswa-siswi juga diajarkan bagaimana cara berbagi dan berbuat baik di bulan Ramadan.
Bulan Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tapi juga momen spesial untuk memperbanyak ibadah, berbagi kebaikan, dan tetap produktif.
Jika tahun sebelumnya siswa membuat celengan dan hasil celengan tersebut dibuat untuk membeli hewan kurban pada saat Idul Adha, kali ini mereka membuat celengan yang hasilnya akan dipakai untuk berbagi kebahagiaan.
“Celengan Sedekah” yang dibuat para siswa tampak sederhana dengan memanfaatkan botol dan kardus bekas dengan hiasan tangan mereka.
Celengan tersebut kebanyakan diisi ketika waktu Subuh di rumah, sebagai sedekah Subuh.
“Aku senang bisa membuat celengan, bisa nabung untuk berbagi, sedekah Subuh. Nanti kalau masukkan 100 ribu diganti Allah rezeki 1 juta celoteh Mada, salah satu siswa TK B.
Uang yang terkumpul dari hasil celengan sedekah tersebut, dipakai untuk membeli bahan makanan atau sembako dan dibuat parcel lebaran.
Inisiatif ini muncul dari hasil diskusi para siswa. Setiap siswa menentukan parcel yang dibuatnya sendiri akan diberikan kepada siapa saja.
“Aku mau kasih parcelnya ke pak CS saja, aku senang berbagi. Kalau aku mau aku kasihkan ke pak satpam sekolah sama pak kebun saja ustazah, kalau aku mau dibawa pulang aku kasihkan ke pak tukang sampah di dekat rumahku,” tandas beberapa siswa yang begitu antusias mengikuti kegiatan.
Mengajarkan sedekah pada anak, berarti melatih anak untuk selalu peka dan peduli dengan kondisi orang di sekitarnya, bagaimana dia bias bermanfaat untuk orang lain, anak juga diajarkan untuk lebih banyak bersyukur.
Lebih jauh lagi, sedekah juga bisa mengikis sifat egois yang ada pada diri anak-anak. Semoga dari kegiatan tersebut profil religious and social siswa juga semakin meningkat. (triana dewi/Dj-2)





