SIDOARJO, Dinamikajatim.id-Cabup Subandi telah menyiapkan program untuk menangani banjir tahunan di kawasan Kecamatan Waru.
Hal itu disampaikan Subandi saat menghadiri doa bersama anak yatim piatu dan para santri Yayasan Jamshiroth Nusantara di Bungurasih, Waru, Selasa (8/10/2024) malam.
“Persoalan Sidoarjo dari kecamatan hingga ke desa, Insya Allah sudah paham termasuk di Desa Bungurasih tiap tahun mengalami banjir saat musim penghujan,” cetus Subandi.
Cabup yang berpasangan dengan Cawabup Mimik Idayana ini menjelaskan, paslon nomor urut satu menawarkan solusi hanya dengan tiga program.
Pertama, Sidoarjo harus memiliki Grand Design dan Master Plan sesuai dengan persoalan yang ada di Kabupaten Sidoarjo.
Menurut Abah Subandi, selama ini Sidoarjo sudah memiliki rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), termasuk usulan-usulan yang dilakukan organisasi perangkat daerah (OPD).
Sayangnya, tindak lanjut realisasinya belum optimal untuk menyelesaikan masalah.
“Misalnya, kenapa seringkali banjir di Kawasan Kecamatan Waru, di sungai buntung. Itu harus dicari permasalahannya, apakah sungai ini tidak pernah dinormalisasi atau lainnya. Ini nanti ada kajian grand design dalam satu hingga 5 tahun ke depan,” ungkap mantan Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo ini.
Kedua, harus disiapkan setelah Grand Design yakni Master Plan Smart City. Di zaman digitalisasi tidak boleh tertinggal. Dengan Master Plan Smart City yang jelas, perkembangan kota mudah terpantau.
Contohnya banjir yang ada di desa Bungurasih digelontor anggaran Rp 20 miliar, lalu bisa dilihat triwulan ini sudah jalan apa belum.
“Kita punya 18 Camat, kita punya 38 OPD, kita memiliki 32 puskesmas kemudian tinggal kita monitor master plan smart city. Pimpinan daerah nanti tinggal memonitor jika ada yang perlu kita ingatkan jika ada permasalahan yang ada,” jlentrehnya.
Program ketiga menurut Abah Subandi, yakni menghentikan praktek nakal jual beli jabatan.
“Kita harus punya semangat. Sudah cukup tiga saja pimpinan daerah kita terkena masalah. Jangan sampai terjadi lagi transaksi masalah jual beli jabatan. Pondasinya kita siapkan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD),” beber mantan Kades Pabean Sedati ini.
Sistemnya harus dibuat dan diterapkan secara profesional. Ia menegaskan, kunci keberhasilan tidak hanya amanah saja, yang terpenting seorang pimpinan daerah harus sudah selesai dengan dirinya sendiri.
Abah Subandi juga mengajak masyarakat Desa Bungurasih memilih pimpinan yang amanah, mampu membangun Sidoarjo lebih baik.
Sementara itu, Pengasuh PP Tahfidzul Qur’an Jamshiroth Nusantara, Gus Messi menyatakan, Subandi merupakan sosok yang berhasil membangun Kabupaten Sidoarjo.
“Abah Subandi saya kenal orangnya tulus, tidak neko-neko dan loman. Kita doakan bersama Aba Subandi bersama Ibu Hj Mimik Idayana dikabulkan hajatnya, dapat ridho dari Allah SWT. Bisa memimpin Sidoarjo lebih baik, maju dan Sidoarjo bebas korupsi,” tandas Gus Messi.
Kondisi demikian terlihat nyata oleh Gus Messi selama kepemimpinan Plt Bupati dan saat menjabat sebagai Wakil Bupati.
Abah Subandi berhasil memimpin Kota Delta, serta terus melakukan pembangunan untuk kemaslahatan umat. (Dj-1)





