SIDOARJO, Dinamikajatim.id-Partai Golkar Sidoarjo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Master Plan/Grand Design Penanganan Banjir di Kabupaten Sidoarjo, pada Sabtu (10/1/2026) di kantor DPD Golkar Sidoarjo.
FGD diharapkan menjadi forum diskusi tentang masalah banjir yang masih menjadi ancaman di Kota Delta, sehingga bisa diselesaikan secara terukur, konsisten dan melibatkan partisipasi masyarakat.
FGD dihadiri sejumlah ketua Fraksi di DPRD Sidoarjo, LSM, dan media massa. Hadir sebagai narasumber yakni Kepala Bappeda Sidoarjo M Ainur Rahman dan Umi Latifah, tenaga ahli Perencanaan Tata Ruang lulusan ITS Surabaya.
Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo Adam Rusydi menyatakan, FGD digelar untuk memastikan masyarakat memahami bahwa penanganan banjir kini memiliki kerangka perencanaan melalui Master Plan.
Adam Rusydi menyebut, Kepala Bappeda Sidoarjo Ainur Rahman saat paparan menyatakan Master Plan tersebut masih perlu kajian lebih dalam agar hasilnya maksimal.
“Golkar mengapresiasi Pemkab Sidoarjo yang sudah serius menangani banjir tahunan ini,” tandas Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur ini.
Melalui FGD, Golkar Sidoarjo juga ingin memberikan pendidikan politik bahwa partai memiliki kewajiban moral untuk memberikan edukasi dan mendorong solusi konkret atas permasalahan di masyarakat, termasuk masalah banjir.
Ditambahkan Adam, soal dukungan anggaran untuk penanganan banjir, pihaknya bakal berkolaborasi dengan parpol di DPRD Sidoarjo. Sebab pihaknya menyadari dengan jumlah lima kursi di DPRD Sidoarjo, hal itu tidak mudah bersuara sendiri.
“Namun kami yakin seluruh rekan yang ada di parlemen memiliki kesamaan visi terkait penanggulangan banjir di Sidoarjo,” tandasnya.
Kepala Bappeda Sidoarjo Ainur Rahman memberikan gambaran secara gamblang rencana jangka pendek, menengah dan panjang, bagaimana solusi untuk mengatasi banjir, yang mulai dilakukan. “Ini juga melibatkan lintas OPD dan partisipasi masyarakat,” tandasnya.
Ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo Moh Dhamroni Chudlori menegaskan soal pentingnya konsistensi dalam melaksanakan Master Plan penanggulangan banjir yang telah dirancang oleh Pemkab Sidoarjo.
“Jangan sampai berubah di tengah jalan. Sebagus apa pun rencana, tanpa itu hanya jadi ilusi,” tegas politikus PKB asal Kecamatan Tulangan ini.(Dj-1)





