SIDOARJO, Dinamikajatim.id-Bawaslu Sidoarjo mengajak para ASN untuk “puasa” bermedia sosial (medsos) saat pelaksanaan Pilkada 2024. Hal itu merupakan bentuk kehati-hatian dalam menjaga netralitas ASN.
Disampaikannya, Surat Keputusan Bersama (SKB) netralitas ASN dalam Pemilu 2024 mengatur netralitas dalam penggunaan medsos.
Dikatakan Agung, memberikan like atau tanda jempol dalam medsos paslon merupakan bentuk pelanggaran. Apalagi berkomentar.
“Memberikan jempol, memberikan tagline apalah, itu di SKB kena, oleh karenanya kita wajib hati-hati, istilahnya kita saat ini puasa medsos,” cetus Agung saat Sosialisasi Pencegahan Pelanggaran Netralitas ASN, TNI dan Polri yang digelar Bawaslu Sidoarjo, di Hotel Fave, Senin (7/10/2024).
Agung mengatakan medsos masing-masing paslon sudah dalam pengawasannya. Setiap hari ia awasi betul aktivitas medsos masing-masing paslon.
Lewat medsos tersebut dapat diketahui pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan seorang ASN.
“Medsos paslon yang telah didaftarkan kepada kami sudah masuk di dimensi pengawasan kami,” beber Agung.
Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati berharap pelaksanaan Pilkada Sidoarjo nanti berjalan aman dan lancar.
Ia meminta seluruh ASN Sidoarjo turut menjaga proses demokrasi Pemilukada serentak 2024 di Kabupaten Sidoarjo.
Caranya dengan menjaga netralitas sebagai abdi negara. Tidak dukung mendukung paslon. Apalagi berpolitik praktis dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang ASN.
Asas netralitas diminta Sekda Sidoarjo benar-benar dijunjung tinggi oleh seluruh ASN Sidoarjo.
“Kami menyadari ASN adalah bagian dari pemerintah yang memiliki peran penting dan vital dalam menjaga proses demokrasi Pemilukada, untuk itu kami memohon kita dapat menjaga netralitas ASN,” ucap Fenny.
Terakhir, Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati berpesan kepada seluruh ASN Sidoarjo untuk bijak menggunakan medsos.
Jangan sampai Medsos dipakai sebagai media untuk menggiring masyarakat memilih Paslon sesuai keinginannya.
“Saat ini semuanya serba digital, susah untuk di rem, monggo disikapi dengan bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak menjurus sesuatu yang menguntungkan atau merugikan salah satu Paslon,” pesannya.
Dalam acara ini, juga dilakukan penandatangan netralitas ASN, TNI dan Polri yang dilakukan oleh Ketua Bawaslu Sidoarjo, Pjs Bupati Sidoarjo diwakili Sekda Sidoarjo, perwakilan Polresta Sidoarjo, Kodim 0816 Sidoarjo, Kejaksaan Negeri Sidoarjo, dan Kepala Kemenag Sidoarjo.
Selain diikuti oleh seluruh Kepala OPD Sidoarjo, sosialisasi tersebut juga diikuti pengurus Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Sidoarjo. (Dj-1)





