• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Dinamika Jatim
Advertisement
  • Beranda
  • Parlementaria
  • Dinamika Desa
  • Dinamika UMKM
  • Olahraga
  • Berita Lainnya
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Pemerintahan
    • Pemilu
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sosok
    • Wisata
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Parlementaria
  • Dinamika Desa
  • Dinamika UMKM
  • Olahraga
  • Berita Lainnya
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Pemerintahan
    • Pemilu
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sosok
    • Wisata
No Result
View All Result
Dinamika Jatim
No Result
View All Result
Home Sosok

Moch Shofwan Pegiat Kebencanaan Raih Gelar Doktor

admin by admin
25 Juni 2024
in Sosok
0
Moch Shofwan Pegiat Kebencanaan Raih Gelar Doktor
0
SHARES
0
VIEWS

SIDOARJO, Dinamikajatim.id-Seorang pegiat kebencanaan asal Sidoarjo, Moch Shofwan, berhasil meraih gelar doktor pada Program Studi Doktor Ilmu Administrasi (Bidang Kajian Pengembangan Wilayah dan Kebencanaan) FISIP Untag Surabaya.

Pria yang juga Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya ini, berhasil mempertahankan disertasinya tentang pengembangan wilayah di kawasan bencana Lumpur Sidoarjo (studi tentang pengembangan infrastruktur dan kawasan terbangun) di hadapan para Dewan Penguji dan Profesor, Selasa (25/6/2024).

Menurut Shofwan, bencana Lumpur Sidoarjo yang terjadi pada 29 Mei 2006 silam, menenggelamkan sejumlah desa di di Kecamatan Porong, Kecamatan Tanggulangin, dan Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo.

Kejadian tersebut menjadi sejarah penting, karena adanya peristiwa keluarnya gas dan semburan lumpur panas dari dalam tanah dengan suhu 100°C.

Berdasarkan data lapangan dan observasi, sejauh ini semburan lumpur masih berlanjut dan belum ada tanda-tanda akan berhenti dalam waktu dekat.

Semua usaha untuk menghentikan keluarnya lumpur dari dalam bumi sejauh ini tidak berhasil.

Kata Shofwan, akibat dari semburan Lumpur Sidoarjo tersebut, berdampak pada pola perencanaan dan pemanfaatan lahan disekitar Kawasan bencana Lumpur Sidoarjo.

“Khususnya terkait pengembangan infrastruktur dan kawasan terbangun baik itu untuk permukiman, kawasan industri, kawasan perdagangan dan jasa serta fasilitas umum dan fasilitas sosial,” jlentreh Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) ini.

Dijelaskan Showfan, penanganan pasca bencana khususnya terkait penataan ruang dan pengembangan wilayah harus mengedepankan fungsi Collaborative Governance.

Artinya semua unsur wajib terlibat, sehingga apa yang menjadi problem dan apa yang diinginkan kedepannya dapat terlaksana sesuai dengan kebutuhan.

Sebut saja terkait penataan permukiman komunal pasca bencana Lumpur Sidoarjo di beberapa titik wilayah Kecamatan Porong, Tanggulangin, dan Jabon.

Atau misalnya membangun kawasan permukiman baru pasca bencana yang terintegrasi sesuai pola ruang di kawasan barat lumpur sidoarjo yaitu daerah Tanggulangin, Tulangan, dan Krembung.

“Lalu mengoptimalkan pembangunan Kawasan Industri di Kawasan timur semburan lumpur yaitu daerah Jabon dan sekitarnya sehingga tetap menumbuhkan sendi-sendi aktifitas perekonomian kawasan tersebut” tandas Wakil Ketua Badan Kemaritiman Nahdlatul Ulama (BKNU) Sidoarjo ini.

Dan salah satu model yang dihasilkan dalam disertasi Shofwan ini, yaitu membangun model perencanaan dan pengembangan wilayah pasca bencana.

Sementara secara normatif, perencanaan wilayah itu dimulai dari penyusunan rencana, penetapan, pelaksanaan, dan evaluasi.

Namun dalam kondisi pasca bencana maka hal semacam ini perlu dirumuskan kembali sehingga Shofwan menemukan model baru yang dinamai dengan PD-EBP (Post Disaster-Evidence Based Planning).

“Yakni memasukkan unsur penilaian program melalui identifikasi dan analisis masalah serta kebutuhan  (kawasan terdampak pasca bencana), dan unsur pengembangan anggaran (kawasan terdampak pasca bencana) pada sebelum tahapan perencanaan wilayah secara normatif,” jlentreh Shofwan. (Dj-1)

Tags: BKNU SidoarjoLumpur SidoarjoPegiat KebencanaanUnipa SurabayaUntag Surabaya
Previous Post

Sekda Sidoarjo Dorong Pameran Hewan Kesayangan Tumbuhkan Ekonomi Kreatif

Next Post

Fasilitasi Hak Pilih Warga, Bawaslu Sidoarjo Dirikan Posko Kawal Hak Pilih Pilkada 2024

admin

admin

Next Post
Fasilitasi Hak Pilih Warga, Bawaslu Sidoarjo Dirikan Posko Kawal Hak Pilih Pilkada 2024

Fasilitasi Hak Pilih Warga, Bawaslu Sidoarjo Dirikan Posko Kawal Hak Pilih Pilkada 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Yayasan Al Muslim Jatim Gelar Baksos untuk Ribuan Dhuafa dan Ratusan Anak Yatim

Yayasan Al Muslim Jatim Gelar Baksos untuk Ribuan Dhuafa dan Ratusan Anak Yatim

14 Maret 2026
Sambut Ramadan Hijau, SMA Al Muslim Gandeng Ecoton Gelar Brand Audit Sampah

Sambut Ramadan Hijau, SMA Al Muslim Gandeng Ecoton Gelar Brand Audit Sampah

20 Februari 2026
Bupati Sidoarjo Minta Kecamatan dan Dinas PUBMSDA Serentak Perbaiki Jalan

Bupati Sidoarjo Minta Kecamatan dan Dinas PUBMSDA Serentak Perbaiki Jalan

20 Februari 2026
PWI Sidoarjo Raih Juara Tiga Turnamen Mini Soccer PWI Jatim 2026

PWI Sidoarjo Raih Juara Tiga Turnamen Mini Soccer PWI Jatim 2026

20 Februari 2026
Dinamika Jatim

Suguhkan Berita dan Informasi Jawatimur Indonesia

Follow Us

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2024 www.dinamikajatim.id - Berita Informasi Jawatimur Dinamika Jatim.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Parlementaria
  • Dinamika Desa
  • Dinamika UMKM
  • Olahraga
  • Berita Lainnya
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Pemerintahan
    • Pemilu
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sosok
    • Wisata

© 2024 www.dinamikajatim.id - Berita Informasi Jawatimur Dinamika Jatim.